Peringati Hari Buruh, FSPS Subang Gelar Aksi Simpatik

Suka dengan Artikel ini silahkan Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Hari buruh Internasional yang jatuh pada tanggal 1 Mei setiap tahun selalu diperingati oleh kaum buruh di seluruh dunia. Di momen tersebut, banyak hal yang di lakukan kaum buruh untuk memperingati hari buruh sedunia tersebut.

Kegiatan yang jamak dilakukan dan hampir selalu di lakukan para buruh yang ada di indonesia adalah turun ke jalan untuk mengungkapkan aspirasinya, akan tetapi kali ini ada yang berbeda dari sekelompok buruh di Kabupaten Subang. Sekelompok buruh tersebut memperingati hari buruh sedunia dengan berbagi takzil di jalan rawan macet kepada masyarakat yang melintasi jalanan tersebut.

Media Singaperbangsa mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai salah satu penanggung jawab kegiatan tersebut, yaitu Andri yang menjabat sebagai Wakil Ketua Serikat Pekerja Anggota Federasi Serikat Pekerja Singaperbangsa PT. Pungkook Indonesia One (SPA FSPS PT.PIO) yang berada di bilangan kecamatan Pabuaran Kabupaten Subang. Ditemui disela sela kegiatan tersebut Andri menuturkan, “Federasi Serikat Pekerja Singaperbangsa Memperingati hari buruh sedunia tahun ini dengan membagikan takzil kepada masyarakat agar serikat pekerja tidak di pandang sebelah mata oleh masyarakat umum”.


Andri juga menjelaskan bahwa ” Pembagian takjil dari Federasi Serikat Pekerja Singaperbangsa tidak hanya di lakukan di Kabupaten Subang, melainkan ada 1000 takjil di 4 Kabupaten yaitu Subang, Karawang, Bekasi dan Cirebon yang di bagikan serentak pada hari ini”.

Selain berbagi takjil, FSPS juga menyebarkan pamflet yang berisi ajakan untuk kaum buruh tidak tinggal diam dan terus melakukan perlawanan terhadap regulasi yang merugikan kaum buruh. Salah satu bentuk perlawanannya menurut Andri adalah dengan terus meng”upgrade” skill para perangkat serikat pekerja diantaranya adalah kemampuan berunding para pengurus.

“Kita tahu bahwa di Indonesia Undang Undang Cipta Kerja telah di sahkan oleh Pemerintah, banyak kaum buruh yang mengeluh akan Undang Undang beserta peraturan turunannya tersebut. Akan tetapi Serikat Pekerja Anggota Federasi Serikat Pekerja Singaperbangsa PT. Pungkook Indonesia One punya cara sendiri menyikapi Undang Undang Cipta Kerja beserta turunannya yaitu Selalu mengajak pihak perusahaan untuk melakukan perundingan – perundingan sebelum memutuskan sesuatu, contohnya adalah Perundingan kenaikan upah tahun 2021 yang baru saja kami selesaikan.”

Federasi Serikat Pekerja Singaperbangsa khususnya yang ada di Kabupaten Subang mempunyai harapan, “Semoga di Mayday tahun ini menjadikan penyemangat seluruh Serikat pekerja yang ada di dunia untuk terus mensejahterakan kaum buruh, karena di tahun – tahun berikutnya tantangan serikat pekerja akan lebih berat dalam melindungi dan mensejahterakan kaum buruh”. pungkas Andri.


Komentar Facebook

Suka dengan Artikel ini silahkan Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •