Sejarah Panjang May Day atau Hari Buruh

Hari buruh untuk memperingati perjuangan bersejarah yang dibuat oleh pekerja dan gerakan buruh. Pada 5 September 1882 di Amerika Serikat terjadi parade buruh terbesar. Di mana diikuti sekitar 20.000 buruh sambil membawa spanduk bertuliskan "8 jam kerja, 8 jam istirahat, dan 8 jam rekreasi".
Suka dengan Artikel ini silahkan Bagikan
 
  
 more 

May Day atau hari buruh selalu diperingati setiap tahunnya pada, 1 Mei.

Hari buruh untuk memperingati perjuangan bersejarah yang dibuat oleh pekerja dan gerakan buruh. Pada 5 September 1882 di Amerika Serikat terjadi parade buruh terbesar. Di mana diikuti sekitar 20.000 buruh sambil membawa spanduk bertuliskan “8 jam kerja, 8 jam istirahat, dan 8 jam rekreasi”.

Mereka menuntut 8 jam kerja setiap harinya. Setelah sebelumnya mereka bekerja 10 jam setiap harinya. Pada 1887, Presiden Amerika Serikat Grover Cleveland menetapkan 5 September sebagai hari libur umum. Di mana untuk menghormati para pekerja. Tahun-tahun berikut aksi buruh tetap digelar dan menyebar diberbagai negara bagian. Namun, aksi-aksi yang berlangsung tersebut belum menjadi hari libur. Pada 1 Mei 1886 terjadi aksi buruh dalam jumla h besar di Amerikat Serikat. Ada sekitar 400 ribu buruh yang ikut dalam aksi tersebut. Tuntutannya tetap sama, yakni pengurangan jam kerja menjadi 8 jam dalam sehari. Aksi buruh saat itu berlangsung empat hari, mulai 1 Mei hingga 4 Mei. Pada hari terakhir, buruh melakukan pawai besar-besaran. Dalam aksi tersebut polisi melakukan penembakan secara membabi buta hingga menewaskan ratusan buruh. Polisi juga menangkap sejumlah buruh yang menjadi pemimpin dalam aksi tersebut. Peristiwa itu dikenal dengan sebutan Haymarket. Ratusan buruh yang tewas disebut sebagai martir.

Pada 1889, Federasi Internasional Kelompok Sosialis dan Serikat Pekerja menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional. Penetapan Hari Buruh Internasional dilakukan saat berlangsungnya Konferensi Sosialis Internasional di Paris, Prancis pada 1889. Penetapan tersebut untuk memperingati peristiwa Haymarket di Amerika Serikat pada 1886.

Hari Buruh di Indonesia Peringatan Hari Buruh di Indonesia sudah dilakukan sejak 1920. Namun pada masa pemerintahan Presiden Suharto atau Orde Baru (Baru) tidak lagi diperingati. Diberitakan Kompas.com (1/5/2016), May Day, pada pemerintahan Suharto identik dengan ideologi komunisme yang saat itu dilarang. Sehingga peringatan Hari Buruh, 1 Mei ditiadakan. Langkah awal menghilangkan peringatan May Day dengan mengganti nama Kementerian Perburuhan pada Kabinet Dwikora menjadi Departemen Tenaga Kerja. Presiden Suharto menunjuk Awaloedin Djamin menjadi Menteri Tenaga Kerja pertama di era Orde Baru. Awaloedin Djamin melempar gagasan bahwah 1 Mei tidak cocok untuk peringatan hari buruh nasional. Karena peringatan May Day selama ini telah dimanfaatkan oleh SOBSI/PKI. SOBSI merupakan Sentra Organisasi Buruh Seluruh Indonesia. Di era reformasik aksi unjuk rasa ribuan buruh dan mahasiswa kembali dilakukan pada, 1 Mei 2000.

Ketika itu ribuan buruh menuntut agar, 1 Mei kembali dijadikan hari buruh dan hari libur nasional. Unjuk rasa yang digelar pada waktu itu disertai dengan aksi mogok. Itu membuat gerah para pengusaha, karena aksi mogok berlangsung selama satu minggu.

Ketika era Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY), hari buruh, 1 Mei ditetapkan sebagai hari libur nasional pada 2013. Ini bersamaan dengan perayaan hari buruh yang diperingati di seluruh penduduk dunia. Ditetapkan, 1 Mei sebagai Hari Libur Nasional dituangkan dalam Peraturan Presiden. Keputusan presiden yang menjadikan, 1 Mei sebagai hari libur nasional disambut baik para buruh.

Komentar Facebook

Suka dengan Artikel ini silahkan Bagikan
 
  
 more